Singularitas Juni 7, 2009
Posted by Irsyad in Akta Kelahiran, Uncategorized.Tags: John Nash, Manifold, Ruang, Singularitas
add a comment
Kepada Yth. John Forbes Nash Jr. Dengan keyakinan bahwa Anda akan memahami konsep ini jauh lebih baik daripada yang ingin saya terangkan, perkenankan Saya mengutarakan sebuah persamaan
R2 + YIA = 0
Persamaan ini menggambarkan sebuah ruang hiper tiga dimensi yang memiliki singularitas pada pusatnya dalam ruang empat dimensi.
Persamaan ini juga setidaknya menggambarkan sebuah metafora bagi hidup saya selama 9 tahun terakhir dimana variabel R, Y, I dan A adalah orang yang mempengaruhi Saya – dalam hal ini, orang yang dengannya saya pernah berteman atau berdekatan. Orang yang sempat menjadi tempat saya bergantung itu menempati ruang-ruang berbeda dalam hidup saya. Mereka umumnya tidak saling mengenal satu sama lain dan tidak mengetahui bentuk hubungan yang terjalin antara Saya dengan masing-masing dari mereka. Hanya Saya yang tahu. Saya sendiri adalah singularitas itu.
Bayangkan sebuah pertunjukan teater yang terdiri dari beberapa adegan berurutan dengan hanya dua karakter yang bermain di tiap adegannya. Karakter pertama selalu ada di tiap adegan sementara karakter kedua berganti-ganti antara adegan yang satu dengan yang lain. Karakter ke dua sepertinya tak pernah muncul lagi setelah ia turun panggung. Karakter pertama adalah saya dan karakter ke dua adalah R, Y, I dan A.
Kini drama hampir usai dan sayalah orang terakhir yang berdiri di panggung. Melalui dinding ruangan ini, ingin Saya gemakan rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya yang tak sempat Saya ucapkan kepada mereka yang dulu pernah berdiri bersama saya di panggung ini. Saya amat menyesal mereka tak bisa bergabung dalam drama baru yang akan dimulai sebentar lagi. Hidup takkan pernah sama lagi setelah ini dan persamaan tadi akan segera tak sama lagi.
Muhammad Irsyad
7 Juni 1987 – 2009
Sukma Juni 2, 2009
Posted by Irsyad in Uncategorized.add a comment
Ini rupanya kota yang dulu sering dikunjungi kawan saya. Sebelumnya saya tak pernah tahu, baru kali ini saya menginjakkan kaki di Karawang. Kawan saya sering ke Karawang untuk mengunjungi perempuan yang jadi pacarnya. Tapi itu dulu, sebelum orang tua si perempuan memberi tahu kawan saya bahwa anak mereka dilamar seorang Pegawai Negeri Sipil. Kawan saya sebenarnya masih diberi kesempatan, segera menikahi anak mereka atau segera pulang dan merelakannya dipinang orang. Merasa bahwa kondisinya sangat tidak memungkinkan dan ia sama sekali bukan tandingan, ia pun mundur dan pulang. Tak perlu saya jelaskan bagaimana perasaan kawan saya setelah itu. Yang ingin saya jelaskan adalah pengalaman saya dua hari kemarin ketika berada di Karawang.
Selamat Datang Kembali di Rumah Mei 17, 2009
Posted by Irsyad in Uncategorized.1 comment so far
Kamu pasti lelah sobat, setelah berpindah-pindah menjelajahi jejaring yang tak berujung. Karena itu aku mengajakmu untuk tinggal sejenak dan rebah. Anggap saja ini rumah.
Ya, tentu saja saat ini kamu sedang sibuk. Kamu harus mencari bahan makalah, mengirim e-mail, komentar di milis, mengunduh e-book, mengisi status jejaring sosial, menyapa dan mengobrol dengan beberapa teman, mengabulkan permohonan puluhan orang yang mau jadi temanmu, mempertimbangkan ajakan menghadiri seminar, mengikuti perkumpulan, mengisi beberapa kuis, dan setumpuk kegiatan lain yang hanya kamu sendiri yang tahu.
Tapi berhubung kamu sudah terlanjur di sini, aku mohon dengan sangat untuk tinggal sejenak. Tidak setiap waktu kita bisa bertemu.
Tertawa bersama Boggart, Bahagia bersama Dementor Maret 21, 2009
Posted by Irsyad in Uncategorized.add a comment
Yang sering saya pikirkan ketika sedang sendirian atau bepergian adalah bagaimana jika boggart dan dementor seketika mendatangi saya. Boggart dan dementor adalah dua makhluk hitam ada dalam buku cerita Harry Potter, khususnya The Prisoner of Azkaban dan The Goblet of Fire. Yang mengerikan tak hanya bentuk mereka, tapi juga efek yang menimpa orang yang berurusan dengan mereka. Nyata atau tidak bukan itu poinnya. Saya pikir saya harus waspada, jika benar mereka nyata paling tidak saya berada dalam keadaan siap menghadapi mereka, dan kalau pun tidak toh tak ada ruginya.

