jump to navigation

Selamat Datang Kembali di Rumah Mei 17, 2009

Posted by Irsyad in Uncategorized.
trackback

Kamu pasti lelah sobat, setelah berpindah-pindah menjelajahi jejaring yang tak berujung. Karena itu aku mengajakmu untuk tinggal sejenak dan rebah. Anggap saja ini rumah.

Ya, tentu saja saat ini kamu sedang sibuk. Kamu harus mencari bahan makalah, mengirim e-mail, komentar di milis, mengunduh e-book, mengisi status jejaring sosial, menyapa dan mengobrol dengan beberapa teman, mengabulkan permohonan puluhan orang yang mau jadi temanmu, mempertimbangkan ajakan menghadiri seminar, mengikuti perkumpulan, mengisi beberapa kuis, dan setumpuk kegiatan lain yang hanya kamu sendiri yang tahu.

Tapi berhubung kamu sudah terlanjur di sini, aku mohon dengan sangat untuk tinggal sejenak. Tidak setiap waktu kita bisa bertemu.

Sejenak saja. Yang perlu kamu lakukan adalah duduk nyaman di ruang fisik tempatmu berada dan jangan biarkan kekuatan dunia maya menculik kesadaranmu berkelana entah ke mana. Pernahkah kamu merasa terasing dari dirimu sendiri? Pernahkah kamu merasa bahwa kamu telah banyak melihat dan mendengar tapi apa yang kau lihat dan dengar malah tambah mengaburkan pemahaman? Tidakkah kamu merasa lelah terus berpindah-pindah diseret oleh semburan tema? Aku pernah.

Berhenti dan menetaplah sejenak. Tak baik merasa betah dalam kesibukan dan kebisingan. Kadang kita perlu tinggal dan hening untuk mengenali betapa kesibukan dan kebisingan telah merampas kemerdekaan kita dan menyeragamkan cara berpikir kita. Betapa selama ini kita telah berkelana entah kenapa dan entah ke mana. Seringkali kita melihat bukan untuk memahami tapi hanya untuk melihat dan hanya untuk sudah melihat saja.

Tak terasa kita dipaksa berkelana dari satu hal ke hal yang lain tanpa henti dan tanpa menyingkapkan apa yang sesungguhnya kita cari. Seringkali kesadaran kita dibanjiri oleh informasi hingga kita tak sanggup lagi mendengarkan karena kita tak sempat berhenti barang sejenak dan menyelami maknanya.

Itu sebabnya aku mengajakmu untuk tinggal sejenak, bukan untuk menghindar dan lari dari semua itu, tapi untuk menemukan penerangan di tengah-tenganya. Untuk menghayati hidup dengan lebih intens. Karena kukira, dalam mengarahkan kehidupan kita, yang penting bukan banyaknya informasi, tapi bagaimana memahami kedalaman persoalan bagi keberadaan kita. Ah, aku sudah terlalu banyak bicara tak berguna. Kini saatnya kamu bicara dengan dirimu sendiri. Selamat jalan. Jangan lupa dan jangan sungkan untuk kembali.

Komentar»

1. chillindi air - Juli 7, 2009

Fiuuhhh!!
BTUL.. terkadang gw suka matiin hp untuk pergi dr semua panggilan2 yg menuntut ini itu!! Sistem jd spt mencekek gw!! SIALLL!!