Internet Banking; Sistem Informasi Perbankan yang Bernilai Tambah Juni 18, 2008
Posted by Irsyad in Teknologi.trackback
Oleh Muhammad Irsyad
Pendahuluan
Perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi telah sampai kepada industri perbankan, tidak terkecuali perbankan syariah. Salah satu aktivitas perbankan yang memanfaatkan teknologi tersebut adalah aplikasi Internet Banking. Electronic Banking, atau e-banking secara sederhana bisa diartikan sebagai aktifitas perbankan di internet. (Graifhan 2003)
Penelitian yang dilakukan oleh Neni Meidawati (2004) membuktikan bahwa kematangan teknologi informasi mempunyai hubungan dengan respon strategik perusahaan dalam menghadapi globalisasi berupa keinginan untuk melakukan penambahan investasi dalam teknologi informasi. Perkembangan teknologi yang sangat pesat, menuntut dunia usaha untuk mengoptimalkan fasilitas teknologi informasi dalam rangka memenangkan persaingan global, meskipun dengan investasi yang cukup mahal.
E-banking sebenarnya bukan barang baru di internet, tapi di Indonesia layanan ini baru beberapa tahun belakangan ini diaplikasikan oleh beberapa bank papan atas. Keamanan menjadi alasan utama terlambatnya perkembangan layanan ini. Namun tuntutan kompetisi membuat bank-bank lain tidak ingin ketinggalan dan turut membangun fasilitas yang sama, tidak terkecuali bank syariah. Padahal ancaman cybercrime terhadap keamanan dan kepercayaan nasabah dalam menggunakan Internet Banking di Indonesia sangat besar.
Survey Nielsen (2001) menyatakan, Indonesia menempati posisi ke-enam terbesar dunia atau keempat di Asia dalam tindak kejahatan internet. Salah satu kasus tindak kejahatan internet dengan menggunakan fasilitas Internet Banking di Indonesia adalah kasus pembobolan rekening nasabah Bank Central Asia dengan menggunakan clickbca (Kompas 2002). Kasus seperti ini dianggap melunturkan kepercayaan masyarakat akan amannya transaksi Internet Banking dan menyebabkan layanan ini dihindari (Rahardjo 2002). Ini tentu saja sangat tidak diharapkan mengingat bank telah mengeluarkan dana yang besar untuk membangun sistem Internet Banking tetapi Internet Banking tidak memberikan nilai tambah bagi nasabah karena nasabah menghindari Internet Banking.
Bagi Bank, menjadi penting sekali untuk mengetahui bagaimana persepsi nasabah terhadap layanan Internet Banking dan apakah nantinya benar-benar akan mendatangkan keuntungan bagi nasabah. Sedangkan bagi nasabah, kemudahan-kemudahan dalam memperoleh informasi keuangan dan melakukan transaksi secara on-line, tanpa harus mengunjungi Bank tempat mereka menjadi nasabah adalah hal yang terpenting. Lalu sebenarnya bagaimana kehadiran layanan Internet Banking ditanggapi oleh para nasabah perbankan syariah?
Sekilas tentang Internet Banking
Internet Banking adalah salah satu pelayanan jasa bank yang memungkinkan nasabah untuk memperoleh informasi, melakukan komunikasi dan melakukan transaksi perbankan melalui jaringan internet, dan bukan merupakan bank yang hanya menyelenggarakan layanan perbankan melalui internet (Tampubolon 2004).
Untuk dapat menggunakan layanan ini, seorang nasabah akan dibekali dengan login dan kode akses ke situs web dimana terdapat fasilitas e-banking milik bank bersangkutan. Selanjutnya, nasabah dapat melakukan login dan melakukan aktifitas perbankan melalui situs web bank bersangkutan. Seperti halnya pada fasilitas ATM, lewat sarana internet seorang nasabah dapat melakukan aktifitas pengecekan rekening, transfer dana antar rekening, hingga pembayaran tagihan-tagihan rutin bulanan (listrik, telepon, dsb.) melalui rekening banknya.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Achraf Ayadi (2005), Internet Banking diperlakukan sebagai salah satu layanan sistem informasi dari pihak perbankan yang paling penting yang mampu menghasilkan informasi keuangan, yang meliputi cek saldo, transfer dana, informasi tagihan kartu kredit, pembayaran tagihan, dan sebagainya melalui suatu alat pemampu Internet.
Umumnya, beberapa layanan yang bisa diakses nasabah melalui Internet Banking adalah:
1. Informasi Saldo
2. Informasi Transaksi
3. Transaksi Overbooking
4. Transaksi Pembayaran:
• Telepon
• Kartu Kredit
• Selular Pascabayar
• Selular Prabayar
• Pinjaman
• Tagihan Pendidikan Sekolah / Universitas
• Tagihan Listrik
• TV Kabel / Satelit
• Internet
• Asuransi
5. Pembukaan Rekening
• Tabungan
• Giro
• Deposito
• Kartu Kredit
6. Pemesanan Buku Cek/BG
7. Perubahan Alamat Rekening atau Email
8. Informasi aktifitas nasabah di Internet Banking
9. Informasi Biaya
10. Informasi Kurs
11. Informasi Suku Bunga
12. Simulasi-simulasi produk
13. Perubahan Password
Kunci Keberhasilan Internet Banking
Berdasarkan pengembangan penelitian yang dilakukan oleh Jan Ondrus (2005) menyangkut hal-hal yang mempengaruhi suksesnya sebuah transaksi on-line, serta melihat perilaku nasabah perbankan di Indonesia dan dari bermacam-macam persepsi yang mungkin timbul akibat beredarnya layanan Internet Banking, dicoba dikelompokkan faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi nasabah, yakni sebagai berikut:
-
Keberadaan dan Penggunaan Layanan. (1) Keberadaan Internet Banking itu sendiri, apakah telah dikenal oleh nasabah perbankan. (2) Selanjutnya setelah dikenal oleh para nasabah perbankan, lalu digunakan untuk hal-hal yang sekiranya sering dilakukan melalui layanan Internet Banking ini, yaitu : mengecek saldo, transfer dana, membayar tagihan, dan transaksi lainnya. (3) Seberapa sering Frekuensi penggunaan layanan Internet Banking.
-
Kenyamanan Penggunaan. Apapun jenis layanan yang ditawarkan oleh pihak Bank akan menjadi sia-sia apabila para nasabah perbankan merasa bahwa tidak cukup dirasakan unsur kenyamanan terhadap layanan tersebut. Hal ini bisa berarti kemudahan dalam (1) penggunaan serta pengoperasian, (2) Kecepatan proses pada Internet Banking. (3) Tampilan yang disuguhkan (apakah mudah untuk dimengerti dan diikuti). Para nasabah pastinya tidak akan memaksakan untuk menggunakan suatu layanan yang disediakan oleh pihak Bank apabila mereka tidak menemukan kenyamanan dalam penggunaannya.
-
Tingkat Keamanan. Setelah semua unsur tersebut diatas terpenuhi oleh pihak Bank penyelenggara, satu yang tidak bisa lepas yaitu unsur keamanan. Nasabah pastinya tidak ingin apabila misalnya setelah menggunakan layanan Internet Banking, nomor rekening mereka diketahui dan digunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Kerahasiaan data-data yang dikirim dan diterima pastinya sangat diinginkan oleh para nasabah perbankan.

Komentar»
No comments yet — be the first.